CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »
Showing posts with label review. Show all posts
Showing posts with label review. Show all posts

Sunday, 15 December 2013

Rugrats Theory

OK, to the point aja..,
Siapa yang ga kenal dengan kartun animasi Rugrats



Serial animasi rugrats merupakan keluaran dari nickolodeon, studio animasi yang juga menaungi spogebob squarepants, dora the explorer, dll.
Rugrats bercerita tentang sekelompok bayi yang cerdas (Tommy, Chucky, Phil & Lil, Angelica) dan cerita tentang kehidupan sehari-hari mereka yang penuh dengan petualangan. serial animasi ini cukup sukses di negara asalnya Amerika Serikat, terbukti dengan mampu bertahanya serial ini hingga menginjak 13 tahun.

Namun tahukah agan, bahwa ada sebuah teori yang menguak tentang fakta dibalik kartun animasi Rugrats ini, teori ini dikenal dengan The Rugrats Theory.

Spoilerfor The Rugrats Theory:

Original Version

Konon, Angelica adalah orang yang benar-benar hidup di dunia nyata dan para Rugrats adalah bagian dari imajinasi Angelica dan itu adalah imajinasi yang tak terbayangkan!!

Chuckie meninggal pada tahun 1997 bersama dengan ibunya, itulah sebabnya Chaz *ayah Chuckie* gugup sepanjang waktu...

Tommy lahir pada tahun 2000, tapi ia gagal dilahirkan.... itu sebabnya Stu *ayah Tommy* terus-menerus di ruang bawah tanah membuat mainan untuk anaknya yang tidak pernah memiliki kesempatan untuk hidup...

The Devilles *ibu Phil dan Lil* melakukan aborsi pada tahun 2001, Angelica tidak tahu apakah itu akan menjadi anak laki-laki atau perempuan jadi Angelica menciptakan kembar...

*Saat aku mencari info tentang umur Phil dan Lil di Wiki~ untuk referensi artikel nostalgia kartun jadul Nick~ anehnya... aku tidak bisa menemukan info tentang umur mereka... padahal kalo umur tokoh *utama* lain tertulis dengan jelas... mungkinkah karena----- mereka tidak pernah lahir?*
------------------------------------------------------------------
Spoilerfor All Grown Up:

Adapun di serial "All Grown Up" (sequel dari Rugrats) Angelica yang remaja menjadi kecanduan dengan berbagai macam narkotika yang selanjutnya~ diperburuk dengan penyakit Schizophrenia nya yang membawa dia kembali ke masa kecilnya~ sehingga dia sangat terobsesi dengan “dunia ciptaannya”, karena selang waktu antara masa kini dan masa lalu... saat ia terakhir kali berinteraksi dengan dunia ciptaannya itu, jadi Angelica membuat mereka (para bayi) menjadi lebih tua *para bayi ikut tumbuh... seperti Angelica yang tumbuh* .... Angelica terus-menerus mengalami pukulan asam... jadi dia tidak harus hidup tanpa “dunia ciptaannya” yang merupakan perusahaan nya satu-satunya~ di sebuah dunia yang menghakiminya...

Ibu Angelica sebenarnya meninggal karena overdosis heroin pada tahun 1982 setelah Angelica lahir, dan Drew * ayah Angelica* yang depresi menikah dengan perempuan “nakal” yang kaya dan Angelica yang mengidolakannya tertipu karenanya... dia pikir itu adalah ibu kandungnya... tapi Angelica selalu memiliki konsep tentang ibunya, Cynthia, jadi Angelica mengambil boneka barbie dan membuat citra ibunya *yang meninggal karena over dosis* di boneka itu~ itu adalah sebuah boneka mengenakan gaun oranye kotor dangan rambut yang berdiri... itu sebabnya Angelica dan Cynthia tidak pernah terpisahkan... kemudian di dalam kehidupannya ia mengikuti jejak ibunya dengan obat-obatan dan segala sesuatu tentang itu... Angelica sekarat karena overdosis pada usia 15 th~ *atau ada yang mengatakan 13 th* ketika itu... kartun All Grown Up! "tidak dilanjutkan"

Spoilerfor Chyntia:


Rugrat yang tidak hanya tokoh fiksi buatan Angelica... mungkin adalah Dil, adik Tommy yang belum dilahirkan sebelumnya... Dil dilahirkan pada tahun 2002... namun, Angelica tidak tahu perbedaan antara Dil dan bayi di dunia ciptaannya nya, Dil satu2 nya bayi yang tidak mengikuti perintahnya di kartun Rugrats... Suatu hari di tahun 2005, setelah menangis tanpa henti dan Dil menolak untuk menghilang seperti yang biasa dilakukan yang “lainnya” ketika Angelica marah dengan mereka... Angelica memukul Dil... karena itu, Dil menderita pendarahan otak~! yang mengakibatkan deformasi... Saat Dil tumbuh dewasa, kerusakan itu menjadi lebih jelas dan pada saat ia berusia 11 tahun di "All Grown Up!" ia hidup sebagai orang buangan dan diejek karena keanehan dan keterbelakangan.... Rasa bersalah yang sangat besar selama ini adalah apa yang menyebabkan Angelica menggunakan narkoba dan apa yang menyebabkan Angelica untuk men non-aktifkan Rugrats untuk sementara... sampai pengalamannya dengan hallucinogenics~
Spoilerfor Dill:


Pada perjalanan ke Paris untuk menemukan cinta, Chaz *ayah Chuckie* menikahi seorang wanita bernama Kira (dia hampir menikahi seorang wanita yang berbeda... bernama Coco, tapi Coco hanya ingin Chaz karena uang) Kira memiliki anak perempuan bernama Kimi... tapi Kimi terluka karena hukuman Kira... mengingat Kira adalah seorang pecandu kokain (Angelica membayangkan Kimi dari cerita Kira)... Chaz kehilangan pikirannya setelah kematian istrinya dan dia selalu menyangkal pemikirannya bahwa istrinya pernah menjadi pelacur~ Setelah kembali ke Amerika, Chaz dan Kira menikah dan itu adalah cerita yang bahagia dan romantis^^ Kira terus berjuang dengan kecanduannya, tapi Kira relatif bahagia dengan hidupnya dan Chaz

Sebenarnya Susie hanya satu2nya teman Angelica,*dia nyata* yang terhibur dengan pemikiran Angelica tentang dunia ciptaannya... demi dia~ Angelica menghabiskan hari-hari terakhir hidupnya di belakang kantin sekolah membayangkan teman-teman di sekelilingnya dan bermain dengan kehidupan ciptaannya...

Spoilerfor Susie:


*Di Wiki... dicertakan bahwa Susie adalah orang yang baik... walaupun dia kadang bertengkar dengan Angelica... tapi dia juga kadang baik dengan Angelica*

Di teori Rugrats ver lain : "Tweaked" version

Diceritakan bahwa... Susie kemudian menjadi phycologist dan bekerja sama dengan Nickelodeon untuk membuat Rugrats. Ketika Angelica meninggal karena overdosis, Susie membantu mengatur pemakamannya. Karena kecanduan dan kondisi mentalnya, Angelica diusir dari masyarakat, yang menyebabkan dia istirahat dengan nyata dan akhirnya kematian nya~~~

Dan itulah... teori yang berkembang di dunia maya tentang Rugrats dan kisah yang sebenarnya...* mungkin...* pencarianku tentang hal ini... tidak hanya berhenti sampai di situ saja... belum ada blog Ind yang membahasnya secara lengkap sampai saat ini... jadi hanya blog luar yang bisa aku harapkan.... aku berpikir... apakah itu... nyata...??

Aku melihat komentar di beberapa blog luar dan aku menemukan komen di bawah ini yang kunilai cukup menarik *sudah ku terjemahkan ke bhs Ind*... walaupun memang beberapa orang ada yang menertawakan teori itu~

“Susie, teman terbaik Angelica, tumbuh menjadi seorang psikolog, bergabung dengan tim Nickolodeon untuk menulis Rugrats. Ketika "All Grown Up" harus dibatalkan karena tidak ada lagi yang memberitahu cerita kepada Susie~ karena Angelica meninggal overdosis, sama seperti ibunya

Jika anda melihat kredit, anda dapat melihat nama pencipta co-, yang merupakan Susie, aku tidak ingat nama sebenarnya, tapi aku akan memposting link ke video youtube begitu aku menemukannya”

Komentar itu... aku temukan di blog ini :
http://flavorwire.com/323058/10-biza...ories/view-all

Aku menemukan Rugrats Theory di :
http://creepypasta.wikia.com/wiki/Th...Rugrats_Theory

Aku mencoba menterjemahkannya dan mengedit beberapa kata agar terlihat lebih pas... tanpa mengubah ceritanya

Apakah teori itu nyata?

Aku tidak tau... karena itu hanya teori yang berkembang di internet... mungkin itu benar... mungkin saja tidak~

Apakah aku percaya?

Aku bukan orang yang langsung bilang kalo itu bohong... setelah membacanya... tapi bukan berarti aku percaya... hanya saja... aku berpikir... bukankah menarik kalo itu nyata? 

Aku... mendengarkan lagu “Rugrats Theory” dan merasa sedikit paranoid... sampai aku menemukan penjelasan tentang teori Rugrats... dan mungkinkah itu alasannya... kenapa aku ketakutan mendengarkan lagunya? mungkinkah itu sebuah firasat??

Aku membacanya dan memang... aku terkejut... dan terus bertanya-tanya... apakah ini nyata?... dan kenapa? Vocaloid membuat lagu khusus untuk kisah itu??

Apakah ada orang yang tidak setuju dengan teori ini?

Tentu saja ada... orang yang tidak percaya tentang hal2 seperti itu... pasti langsung bilang tidak setuju saat pertamakali membacanya!... ada yang bilang bahwa hal itu hanyalah cerita HOAX yang dibuat seseorang... seseorang yang ingin mengotori masa kecil kita dengan cerita2 seramnya tentang kartun yang dulu kita tonton~

Kalo ini hanyalah sebuah cerita... mengapa? terlihat sangat menarik bagiku... aku suka dengan cerita ini  ...tanpa memikirkan itu fakta atau tidak~

Schizophrenia... adalah sebuah penyakit mental parah yang membuat penderitanya mengalami halusinasi yang kelihatan nyata!... aku pernah baca buku tentang Schizophrenia... yang menceritakan tentang... potongan2 kisah penderita Schizophrenia... dan itu sangat terlihat ganjil... tapi nyata bagi penderitanya... jadi... mungkin saja kisah ini benar 

Beberapa orang menyangkal teori itu... karena ada hal2 yang tampak ganjil di teori itu... bagaimana Angelica bisa tau tentang kematian Chuckie?... tentang aborsi? dan bagaimana tentang para bayi yang diceritakan di teori... yang selalu mengikuti perintah Angelica... tapi kenyataannya di kartun Rugrats... kadang para bayi juga tidak mengikuti perintah Angelica~

Walaupun begitu... aku tetap berpikir... mungkin saja kisah tentang Angelica itu nyata... mungkin Rugats terinspirasi dari kisah itu... hanya terinspirasi... bukan berarti kisah di kartun Rugrats diceritakan sama persis seperti cerita Angelica~


Dulu saat aku menonton kartun ini... walaupun kadang terlihat lucu tapi... kadang2 aku juga merasakan sebuah keanehan... tentang musiknya yang aneh, beberapa gambarnya... dan tingkah laku tokoh2 di kartun ini... tentang Cynthia *kenapa rambutnya aneh?* dan Angelica juga... aku sangat merasakan hal aneh itu di bagian awal cerita... biasanya ada musik aneh dan gambar yang aneh juga... tanpa ada sesorang yang mengawali untuk bicara... mungkin... aku salah... tapi sekarang aku menemukan teori yang mungkin bisa menjelaskannya...

Mungkin aku tidak percaya dengan teori itu 100%... tapi aku percaya... memang kadang ada suatu pesan yang tersembunyi di balik tenarnya sebuah karya... entah itu kartun, anime, musik dsb... mungkin ada beberapa yang memperlihatkannya secara frontal... tapi ada juga yang menyembunyikannya... bagaimana dengan kartun Sepongebob? *sama2 kartun Nick* bukannya... kadang ada keanehan di kartun itu...? simbol2 tertentu kadang muncul di kartun itu... kadang ada sesuatu yang benar2 horror... ingat saat Sepongebob *yang besar* duduk tanpa ekspresi di rumah Squidward... lalu dari matanya keluar laba2 yang banyak... itu sedikit menakutkan untuk anak2... *hey... apakah kalian ingat adegan itu?*... iya... banyak pesan tersembunya dari hal2 semacam itu.... aku yakin itu... dan bagaimana dengan Rugrats??
Apakah kalian pernah memikirkan...? kenapa Angelica bisa mengerti bahasa bayi dan orang dewasa... kenapa dia tidak mengerti bahasanya Dil..? apa karena Dil terlalu kecil atau... karena Dil adalah satu2 bayi yang tidak berasal dari dunia imajinasi Angelica... jadi... Angelica tidak bisa mengerti Dil, berbeda dengan yang lainnya yang bisa dimengerti oleh Angelica karena mereka berada dalam imajinasinya!
Teori itu belum terbukti sampai saat ini... tapi... bukankah akan sangat menarik kalo kisah itu nyata??
credit to : Brili Kagura
sumber : kaskus.co.id
sebenernya pengen banget ngepost cerita, tapi males nerjemahinnya hihihi. btw copas aja dulu ya :) 

Wednesday, 4 December 2013

The Exorcism of Emily Rose




Sebuah film baru tentang pengusiran setan, saat ini sedang menjadi bahan tontonan dan perbincangan, tak terkecuali bagi orang Katolik. Film berjudul The Exorcism of Emily Rose (TEER) berkisah tentang exorsisme (pengusiran setan) terhadap gadis berusia 20 tahun, bernama Emily Rose. Seorang pastor bernama Richard Moore yang berniat baik menolong Emily dan melakukan praktik eksorsisme justru dianggap lalai hingga diajukan ke pengadilan. Kematian Emily Rose yang misterius menimbulkan pertanyaan, antara ia meninggal karena penyakit psikis akut atau memang karena kerasukan setan.


TEER diliris pada bulan September 2005 lalu. Sutradaranya bernama Scott Derrickson seorang penganut Kristen. Film ini dibuat berdasarkan kisah nyata Anneliese Michel, seorang gadis Katolik Jerman yang mati pada tahun 1976. Ia meninggal beberapa minggu setelah gagalnya upaya pengusiran setan oleh pastor Richard Moore. Gereja Katolik sebenarnya menghendaki eksorsisme tergantung dari kondisi orang yang kerasukan setan dan sesuai permintaan si penderita. Namun telanjur sudah, pengadilan memutuskan bahwa kematiannya disebabkan oleh penghentian mengkonsumsi obat, sebagaimana saran Pastor Richard terhadap Emily. Padahal penghentian itu dimaksudkan untuk memuluskan eksorsisme. Kisah film ini menampilkan perjuangan pelepasan dari kekuatan supranatural sehingga tampak sebagai film horor. Film ini skenarionya ditulis Scott Derickson dan Paul Harris Boardman.



   Alur Cerita


Gereja Katolik secara resmi mengenali kerasukan setan pada diri gadis mahasiswa berusia 19 tahun itu. Dengan alur flash back-nya, film ini diawali dengan seorang pastor yang dituduh bersalah dan seorang pengacara yang akan bertugas membelanya di pengadilan.


Pengacara Erin Bruner didudukkan di antara Gereja dan negara ketika dia membela hidup Pastor Richard Moore yang menjadi terdakwa. Erin harus menghadapi dua lawan sekaligus, berhadapan dengan jaksa penuntut dan juga berperang dengan setan yang pernah merasuki Emily. Sejak awal ia sadar bahwa pembelaannya tak akan bagus. Erin mengambil kasus ini, dengan sedikit keraguan, selain karena ingin mendapatkan posisi sebagai senior partner di firma hukumnya. Pastor Richard menyetujui pembelaan Erin dengan syarat, asal ia boleh melengkapi dengan menceritakan kisah Emily sendiri. Padahal Pastor Richard dilarang memberi kesaksian oleh Keuskupan dan lebih disarankan untuk mengakui kesalahannya. Karena dengan pengakuan itu Erin mudah membela dan meringankan hukumannya. Namun Pastor Richard bersikukuh dan Erin pun menerimanya.


Sidang pun berlangsung dengan tampilnya kesaksian para dokter yang dihadirkan jaksa penuntut, Ethan Thomas. Ethan Thomas ngotot Emily menderita epilepsi dan penyakit jiwa (psikosis). Tetapi Erin keras kepala membebaskan Pastor Richard.


Adegan kemudian beralih ke flashback menunjukkan bagaimana awal kejadian kerasukan. Seorang gadis sendirian di ruang tidurnya jam 3 dinihari, ia mencium bau terbakar, mendengar suara gaduh dan melihat kotak pensilnya bergerak-gerak sendiri. Gadis itu lalu berbaring lagi dan menarik selimutnya, tetapi sebuah kekuatan besar menekan, seolah ada yang menindihnya. Seperti halusinasi, ia menderita karena mendapatkan banyak penglihatan yang menakutkan. Emily lalu di bawa ke rumah sakit dan didiagnosa menderita penyakit jiwa. Maka, ia diberi obat anti psikotik. Namun sebenarnya tak memperbaiki keadaannya. Penglihatan yang menakutkan terus berlanjut, hingga mengakibatkan tubuhnya semakin melemah.


Emily meninggalkan sekolahnya, pulang ke rumah orang tuanya. Ia dan orang tuanya lama-lama sadar bahwa dirinya tidak sakit jiwa tetapi karena kerasukan setan. Karena itu, keluarganya memutuskan memanggil pastor paroki untuk mengupayakan pengusiran setan, dan pihak Gereja menyetujui. Dalam pesidangan, pengalamannya dikatakan sebagai kombinasi antara epilepsi (karena gejala kejang-kejang) dan psikosis (karena penglihatan yang dialaminya).


Pengalaman yang sama dialami Erin Bruner. Pembela Pastor ini mengalami kejadian aneh jam 3 dini hari, saat ia mencium bau terbakar dan mendengar suara yang gaduh. Pastor Richard menduga bahwa Erin juga diganggu setan. Dalam film itu diceritakan bagaimana Pastor Richard menjelaskan bahwa jam 3 dini hari merupakan saat yang tepat ketika setan mengolok-olok Tritunggal Mahakudus. Saat itu juga merupakan pertentangan dari jam 3 siang, jam ketika Yesus wafat.


Erin merasa bahwa proses pengadilan diarahkan ke kasus medis belaka. Ia berusaha keras untuk membuktikan bahwa Emily sungguh-sungguh kerasukan. Erin Bruner memanggil saksi ahli seorang ahli antropologi bernama Dr. Sidur Adani. Antropolog ini diminta menunjukkan aneka ragam aliran kepercayaan yang meyakini adanya fenomena kerasukan yang memang bersifat spiritual.


Di tengah kebingungan Erin Bruner, tanpa disengaja, seorang dokter ahli jiwa yang hadir saat eksorsisme, tiba-tiba menyerahkan rekaman audio rahasianya. Dukungan bagi Erin untuk membuktikan bahwa kematian Emily bukan bersifat medis pun bertambah. Pastor Richard yang selama ini bungkam, akhirnya memberi kesaksian saat peristiwa eksorsisme berlangsung.


Tampilan film pun beralih ke saat dilangsungkannya eksorsisme, bersamaan dengan diputarnya kaset rekaman. Kejadiannya tepat di malam Helloween, karena Pastor Richard Moore percaya bahwa setan sangat mudah dihadirkan pada malam itu. Pastor, kekasih dan ayah Emily ada di dalam kamar. Sementara Emily terikat di tempat tidurnya. Pastor memercikkan air suci dan mengucapkan aneka kutipan Kitab Suci. Emily membalasnya dengan suara berat dan keras dengan aneka bahasa Latin, Jerman, Yahudi dan Aram. Tiba-tiba beberapa ekor kucing meloncat ke arah sang Pastor hingga membuatnya terjatuh. Emily melepas ikatan dan meloncat memecah kaca jendela, keluar menuju kandang kuda. Mereka pun mengikuti Emily. Di kandang kuda itu, Pastor membentak setan untuk menunjukkan dirinya. Emily menyahut dengan suara keras bahwa ia dirasuki enam setan yang pernah merasuki Nero, Yudas dan Kain. Nama setan itu disebutnya a ialah “Legion” dan Belial. Dalam keadaan tak sadar itulah mulut Emily mengeluarkan suara pernyataan si setan: “Saya Lucifer, setan dalam daging !” 


Penonton dibawa kembali ke ruang sidang. Pastor Richard mengatakan bahwa setelah gagal mengadakan pengusiran setan, ia menyarankan Emily menghentikan pengobatan anti-psikosis-nya agar pengusiran setan lancar. Namun kenyataannya, Emily Rose meninggal beberapa minggu berikutnya.


Erin Bruner sebenarnya ingin menghadirkan dokter ahli jiwa yang hadir bersama Pastor Richard saat berlangsungnya pengusiran setan. Tetapi sang dokter sudah meninggal tak lama setelah menyerahkan kaset rekaman untuk Erin. Sang dokter jiwa itu sempat mengatakan bahwa ia tak bisa membuktikan, tetapi mengakui setan itu ada. Erin Bruner yang memberi kesempatan Pastor bersaksi dipojokkan oleh pimpinannya. Pimpinan firma hukum Erin Bruner akan merontokkan karirnya jika memberi kesempatan Pastor Richard bersaksi lagi.


Pada hari berikutnya Erin Bruner mengunjungi Pastor di penjara. Pastor Richard menunjukkan surat yang ditulis Emily sebelum ia meninggal. Dalam suratnya Emily mengisahkan aneka penglihatan yang dialaminya, pada pagi hari sesudah malam pengusiran setan. Ia keluar rumah dan melihat Bunda Maria yang menghampirinya. Bunda Maria mengatakan: “Meskipun setan tak dapat keluar dari tubuhmu, kamu sebenarnya bisa memilih meninggalkan tubuhmu dan penderitaanmu akan berakhir. Tetapi jika kamu membiarkan setan tetap ada dalam tubuhmu dan menderita kerasukan sedemikian ini, maka sesungguhnya kamu memberi bukti kepada banyak orang bahwa Tuhan dan setan benar-benar ada”.


Adegan berikutnya menampilkan jiwa Emily memilih menderita dengan kembali ke dalam tubuhnya. Ini menunjukkan bahwa Emily rela menderita untuk memberi kesaksian kepada dunia bahwa Tuhan dan setan sungguh ada. Emily menuliskan akhir suratnya dengan kata-kata: “Orang berkata bahwa Tuhan tidak ada, tetapi bagaimana mungkin mereka mengatakan itu bila saya menunjukkan setan kepada banyak orang ?” Emily kemudian ditampilkan menerima stigmata (luka seperti luka Yesus karena penyaliban di kedua tangan dan kaki), yang dipercayai Pastor Richard sebagai suatu tanda bahwa Tuhan sungguh mengasihi Emily. Namun jaksa penuntut mengolok penjelasan itu bukan stigmata, melainkan karena Emily menyentuh kawat berduri yang mengelilingi rumahnya.


Pastor Richard tentu kecewa dengan olok-olok jaksa penuntut namun ia tetap rendah hati. Jaksa penuntut menganggap Emily tak sedemikian sebagaimana dikisahkan Pastor, karena yakin Emily tak sebodoh itu. Bahkan jaksa mengajak peserta sidang untuk tidak mempercayai setan, meskipun ia sebenarnya penganut Kristen Methodis. Erin Bruner yang bukan penganut agama dan kepercayaan apapun tentu heran dengan pernyataan jaksa. Meskipun bukan penganut agama, Erin Bruner meyakinkan tetap adanya dua kemungkinan, Emily sungguh kerasukan setan atau menderita karena penyakit jiwa. Ucapan Erin ini seolah mengajak penonton untuk menilai sendiri apakah Emily kerasukan setan atau menderita penyakit jiwa.


Pengadilan memutuskan vonis, Pastor Richard Moore memang bersalah tetapi ia tidak dipenjara. Ia dinyatakan bersalah ketika menyuruh Emily Rose menghentikan minum obat pemberian dokter. Padahal maksud Pastor Richard penghentian minum obat itu untuk memuluskan proses pengusiran setan. Pengusiran setan tidak akan berhasil jika obat penenang telah mempengaruhi otak dan menghalangi fungsi otak. Pendapat ini dikuatkan oleh pendapat Dr Sidur Adani, ahli antropologi. Rupanya penjelasan itu tidak berarti bagi proses pengadilan. Karena dokter jiwa lainnya bersikukuh mengatakan bahwa jika Emily meneruskan minum obat maka ia tidak meninggal. Padahal kenyataannya tidak demikian, kondisi Emily tidak berubah sekalipun meminum obat dokter. Karena memang ia berkemungkinan kerasukan setan dan tidak butuh pengobatan dokter ahli jiwa, melainkan pengusiran setan. Sayang sekali, keberadaan setan dalam diri Emily dan upaya pengusiran setan oleh Pastor Richard seolah kalah bukti di pengadilan.


Dengan vonis itu, Erin Bruner dinyatakan sukses membela Pastor Richard Moore. Tetapi ia menolak promosi dirinya sebagai senior parter di firma hukumnya. Ia bersama Pastor Richard mengunjungi makan Emily. Di makam, Erin Bruner dan Pastor Richard Moore merefleksikan apa yang dialami dengan mengutip kalimat yang terukir di makam Emily dari kitab Filipi: “kerjakanlah keselamatanmu dengan takut dan gentar”



   Aneka Sikap


Film TEER didasarkan dari kisah nyata seorang gadis muda bernama Anneliese Michel, yang tinggal di Klingenberg, Jerman. Sebagaimana film TEER, Anneliese mengalami penglihatan yang mengerikan dan dianggap sebagai kerasukan setan. Ia juga mendapatkan pertolongan psikiater sebelum beralih memohon pertolongan Gereja Katolik dan menjalani pengusiran setan. Selama pengusiran setan, Anneliese mengaku dirasuki setan yang hinggap dalam diri Kain, Nero, Judas, Hitler dan Lucifer. Anneliese juga menuliskan kisahnya, bahwa ia bertemu dan berbincang-bincang dengan Bunda Maria dan Yesus.


Diduga karena menjalani pengusiran setan dan penghentian obat itulah, Anneliese meninggal dunia pada tanggal 1 Juli 1976. Dua pastor yang memimpin pengusiran setan, Pastor Alt dan Renz serta ayah Anneliese dituduh bersalah karena memungkinkan terjadinya kematian. Mereka ditahan selama 6 bulan. Kini, makam Anneliese justru menjadi tempat ziarah tidak resmi. Kematian Anneliese memunculkan sikap bagi siapa mereka yang percaya, bahwa Anneliese Michel meninggal karena menyerahkan dirinya sebagai korban kepada Tuhan. Mereka percaya bahwa Anneliese mengalami kerasukan setan namun jiwanya yang suci tetap diselamatkan.


Kisah hidup Anneliese Michel memang menarik perhatian dunia selama 30 tahun terakhir sejak munculnya banyak tanggapan pro dan kontra, pasca persidangan untuk para pastor dan ayahnya. Terlebih sejak 24 tahun lalu, ketika buku karangan Dr. Felicitas D. Goodman berjudul The Exorcism of Anneliese Michel diterbitkan. Dr. Felicitas memberikan reportase antropologisnya, bukan novel, dan tinjauan kritis berdasar latar belakang sains dan psikologi di balik kisah Anneliese. Buku itulah yang menginspirasi film TEER. Dan Dr. Felicitas pun ditempatkan sebagai konsultan kepala pembuatan film tersebut.


Sebagaimana kisah nyatanya, film TEER bukan sekedar kisah pembunuhan murahan terhadap gadis muda yang sedang tergantung obat-obatan. TEER tetap mempertahankan keutuhan cerita dan mengajak penonton berpikir sendiri. Penonton akan menemukan banyak pertanyaan. Film ini terbuka untuk ditanggapi dengan pertimbangan penonton untuk percaya, tak percaya atau ragu-ragu. Meskipun peristiwanya telah tuntas di pengadilan, namun perbincangan mengenai apakah kerasukan setan itu nyata atau tidak, tetaplah sangat menarik. Tentu dibutuhkan pendamping atau nara sumber yang tepat untuk menjawab kegelisahan yang muncul setelah menontonnya film ini.


Hingga saat ini, Gereja Katolik mengakui bahwa kerasukan setan merupakan peristiwa yang sangat nyata dan mungkin terjadi. Senjata ampuh untuk melawan godaan setan yang ganas ialah doa. Inilah film segar yang patut dilihat bagi orang Kristiani, khususnya para pastor, untuk menyaksikan bagaimana pastor yang memiliki integritas peran justru menjadi terdakwa


Kenyataannya, mayoritas orang berpendapat bahwa Anneliese Michel, sungguh mengalami kerasukan setan. Kitab Hukum Kanonik Gereja Katolik no. 1172 artikel 1 mengakui itu dengan memberi catatan: “tiada seorang pun dengan legitim melakukan eksorsisme terhadap orang yang kerasukan, kecuali jika telah memperoleh ijin khusus dari Ordinaris wilayah”. Memang pada tanggal 16 September 1975, Uskup Wurzburg, Jerman, Josef Stangl memberikan ijin untuk proses pengusiran setan baginya.


Sumber http://wahw33d.blogspot.com/2010/03/film-exorcism-of-emily-rose-tentang.html#ixzz2mOJ7DDEZ


POST INI TIDAK DIMAKSUDKAN UNTUK MENYINGGUNG SARA YA GAN...
SEKALI LAGI NO SARA