CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »
Showing posts with label kisah nyata. Show all posts
Showing posts with label kisah nyata. Show all posts

Thursday, 5 December 2013

Exorcism (lanjutan)

Oke buat ngelanjutin post gw yang kemaren, gw bakal ngepost cerita lain yang masih berhubungan dengan proses pelepasan. Dan mungkin yang menariknya lagi, hal ini terjadi di Indonesia. 



**************************************************

Pengalaman tak terlupakan

Saudara-Saudari terkasih, dan para imam yang terhormat. Rasa hati saya masih menggelegak, bergetar, tremendum-fascinoscum oleh pengalaman pertama saya melakukan eksorsisme. Pertama-tema saya mengucapkan terima kasih kepada Bruder Yohanes FC yang telah pernah memposting teks resmi mengenai doaexorcism dari Vatikan ke milist komunikasi KAS. Saya sempat membacanya sambil lalu waktu itu, namun puji Tuhan, saya dapat ingat akan apa yang tertulis di postingan bruder ketika harus menghadapinya sendiri. Melalui pengalaman saya melakukan eksorsisme, sayapun semakin bersyukur atas rahmat Sakramen Imamat kepada Gereja, yang ternyata memang menjadi sasaran tembak utama setan namun sekaligus juga alasan ketakutan setan.

Panggilan menjelang tengah malam

Kisahnya demikian: Pada hari Sabtu, tanggal 27 November 2010,  saya mendampingi rekoleksi OMK (Orang Muda Katolik) Stasi Tambun paroki Bekasi di Cipanas. Dewan Stasi dan Paroki turut mendampingi. Acara berlangsung dengan baik dan inspiratif sampai malam hari. Setelah acara api unggun, semua peserta dan penyelenggara bersiap untuk tidur. Sayapun masuk ke kamar saya. Baru saja saya jatuh tertidur, pintu kamar saya diketuk. Saudari Marta dan Anton serta beberapa orang yang lain memberitahu saya, bahwa di Cibulan di daerah bawah Cisarua, ada sekelompok Mahasiswa KAJ dekenat Timur yang sedang rekoleksi, dan mereka membutuhkan bantuan imam untuk menghadapi empat orang mahasiswi yang sedang kesurupan. Satu orang di antara mereka bahkan telah menghilang dan tidak ada di villa. Romo pendamping sudah pulang dan tidak akan kembali lagi ke sana.
Saya terhenyak. Pikiran saya langsung bekerja: jarak antara Cipanas hingga Cibulan adalah sekitar 15 Km. Cukup jauh. Menjelang pukul sebelas malam begini pula…. Namun hati saya tergerak untuk menolong. Akhirnya saya memutuskan untuk berangkat ke sana disertai oleh Martha dan Anton. Sambil mengemudikan mobil, saya mengingat kembali postingan bruder Yohanes dalam milist, apakah ciri-ciri orang kerasukan setan dan perbedaannya dengan orang yang mengalami stress berat/depresi. Lalu saya berpikir, ah, jangan-jangan mereka hanya depresi saja. Biasanya perempuanlah yang suka kesurupan, dan benar juga, perempuanlah yang dikatakan kesurupan malam ini. Jujur saja, sebenarnya saya termasuk golongan orang yang skeptis dalam urusan semacam ini. Maksud saya datang hanyalah sekedar menenangkan anak-anak itu saja. Kehadiran pastoral sajalah, demikian pikir saya. Namun demikian, saya tetap mencoba mengingat- ingat kembali teks itu. Kebetulanhandphone BB saya hang setelah tersiram air teh di gerbong kereta api saat saya kembali dari Jogja ke Jakarta hari Jumat dinihari kemarin. Karena itu, saya tidak dapat membuka kembali teks dari milist itu. Saat itu saya tak punya pilihan lain, selain berusaha mengingat- ingat sendiri saja, sambil berbincang-bincang dengan Anton dan Martha.

Villa tua, tempat si jahat beraksi

Sesampainya kami di villa tua itu, terlihat para “pasien” sudah terlentang dan tengkurap tidur. Mereka dipisahkan di tiga tempat. ’Pasien’ yang hilang sudah ditemukan. Menurut berita, ia kini berada di kamar atas. Dari keempat anak itu, ada satu orang yang kata mereka paling kuat. Karena villa itu tidak dikelola Gereja dan bukan tempat khusus retret, maka reaksi spontan orang sekitar villa adalah memanggil orang yang dianggap “pintar” di daerah tersebut. “Orang pintar” itu sudah dipanggil sejak pukul tujuh malam tadi dan gagal, lalu pulang. Kata “orang pintar” tersebut, jenis ini bukan yang dia ketahui. Mereka memanggil pula pemuka agama lain yang dekat dengan daerah tersebut. Namun kata mereka, orang tersebut juga menyatakan tak sanggup pula, lalu pulang. Terlihat para mahasiswa masih menggenggam rosario dan berdoa bersama. Ada salib besi tergeletak di sofa. Pasien terparah itu adalah seorang perempuan berperawakan kecil saja. Ia tergolek tengkurap di sofa, ditunggui oleh teman-temannya. ”Ia sudah tidur”, demikian kata mereka. Karena kondisi sudah tenang, saya spontan memutuskan: ”Ya sudah saya kembali saja, kan anaknya sudah tidur… ” Tetapi beberapa mahasiswa meminta saya melihat dulu kondisi gadis yang terparah itu. Kata mereka, tadi dia kuat sekali. Delapan orang mahasiswa lelaki yang kuat pun dia hempaskan. Rosario yang mereka kalungkan di lehernya ia putuskan, dan ia lemparkan ke halaman. Anehnya, rosario itu kemudian mereka temukan berada di WC villa. Salib besi itu juga telah ia ludahi. Kata mereka, suaranya pun berubah seperti bukan suara gadis itu. Hhmm… Masih dengan agak skeptis, saya mendekatinya.

Kuncinya: jangan berkompromi dengan setan

Terlihat badan gadis itu tengkurap, mata terpejam separuh. Dari situ terlihat manik matanya…. melihat ke arah mata saya… Aneh… Saya agak tersinggung. Lha kok dia melirik ke saya terus. Kepalan tangannya menggenggam erat. Saya duduk di sofa yang sama, dekat punggungnya. Ia mengais punggung bawah sambil keluar bunyi desis dari mulutnya, sampai bajunya terlihat sobek sedikit. Desisnya berbunyi ”panasss” …..Lalu, saya nekad… Saya pegang tangannya. Ia memberontak. Saya buka genggaman tangannya, dia melawan dengan sebaliknya. Posisinya masih menelungkup. Saya ingat postingan teks dari bruder Yohanes. Ciri kerasukan setan yang membedakannya dari depresi antara lain adalah, jika disebut nama Malaikat Agung Santo Mikael, atau nama Para Kudus, juga Bunda Maria dan Tuhan Yesus Kristus, maka ia tentu akan bereaksi dengan keras. Agak skeptis, namun tetap dengan memegang erat jari-jari kaku yang mencekam dari anak itu, saya katakan dengan suara wajar namun jelas terdengar, ”Keluarlah dari badan anak ini! Dalam nama Yesus Kristus Tuhanmu, serta Malaikat Agung Santo Mikael yang kepadanya kamu membangkang, keluarlah”.
Namun reaksi anak itu begitu mengejutkan kami semua, termasuk saya sendiri. Dengan gerakan cepat dan tak terpahami dari sudut mekanika badan manusia, ia berkelit langsung menatap wajahku, face to face, eyes to eyes….Ia mendesis menatap lurus ke mata saya, matanya penuh kebencian… Lalu dia berkata: ”Jangan sebut nama itu! Itu musuh kami!”. Dia bertanya : ”Apakah kamu takut, Bapa?” Saya menjawab, ”Kamulah yang takut!” Kemudian, dengan tatapannya yang tajam dia bertanya, ”Mengapa Bapa mengusir saya? Saya juga anak Tuhan. Kalau tidak, tentu saya tidak ada!” Segera kujawab, ”Kamu anak Tuhan yang tidak taat, sombong. Mengapa kamu memasuki anak ini?”  Namun setan itu menjawab enteng saja, ”Tempat ini nyaman. Saya mau pergi asalkan anak ini kubawa. Saya telah menambah penyakit pada dirinya, meremas alat cernanya, dan membunuhnya. Itu salah Bapa kalau Bapa memaksakan kehendak”. Saya tidak mau diajak tawar menawar dengan setan. Maka saya menjawab: ”Tidak ada kompromi. Kamu tidak bisa membunuh anak ini dan tidak akan mampu membawa nyawanya”. Setan inipun menantang saya dengan mengatakan bahwa ia tidak takut pada imamNya, tidak takut pada Sakramen dan tidak takut pada Yesus, karena dia juga mengaku sebagai anakNya.

Pergumulan dari tengah malam sampai dini hari

Maka sejak pukul 23.45 hingga memasuki hari Minggu dini hari, saya dan para mahasiswa Katolik di sana bergumul untuk mengusir setan dari anak itu. Ia yang kesurupan itupun berubah dari waktu ke waktu. Kadang-kadang suaranya berubah menjadi lembut bak wanita cantik, namun kemudian menjadi ganas. Kadang ia tertawa ngikik, kadang menantang, kadang merunduk sok kalah. Kadangkala ia merajuk minta dikasihani. Anak itu muntah-muntah berkali-kali. Kadang setan melepaskan anak itu, lalu masuk lagi. Ketika anak itu dilepas, si anak mengeluh, ”Romo, saya tak kuat, badan saya dan usus serta lambung sakit semua. Saya mau mati saja, dan takut”. Kami menguatkan agar ia berani melawan. Ternyata si anak ini juga diberitahu oleh setan bahwa Romo akan dibunuhnya jika anak itu tidak taat padanya. Maka si anak merasa lemah, karena tak mau Romo diapa-apakan oleh setan.
Namun, yang paling mengejutkan ialah, walaupun setan itu dapat keluar meninggalkan anak itu tetapi selang beberapa menit, namun kemudian setan kembali memasuki anak itu dengan jumlah yang makin banyak. ”Kami ini Legion”, katanya jelas sekali. Ia fasih berbahasa Inggris dan Jawa. Hal ini terjadi ketika saya mengajak dia berdialog dalam bahasa Inggris dan Jawa, sekedar mengetes apakah itu benar-benar setan ataukah hanya ’acting’ anak itu. Saya tetap mengingat teks postingan bruder di milist itu, dan makin yakin akan kebenaran isinya. Saya katakan padanya, ”Kekuatanmu hanya seperempat. Masih ada Malaikat Agung Santo Mikael, serta Gabriel dan Rafael.” Mendengar ini, ia mundur dan melepaskan anak itu. Tiba-tiba ia masuk lagi dan berkata, ”You are stupid, Father”, lalu menghantam saya. Suatu saat ia terjatuh tepat di salib, dan kontan ia menjerit kepanasan. Maka para mahasiswa menempelkan salib-salib mereka. Ia berteriak kepanasan dan tersiksa. Begitulah, si setan itu pergi lagi. Namun dengan cepat ia kembali lagi, dengan membawa lebih banyak lagi setan bersamanya. Ia mau menguras kekuatan saya. ”Sampai kapan Bapa bisa bertahan? Akan kukuras tenagamu, Bapa!”. Saya menjawab sambil teringat Mzm 121:2, ”Kekuatanku datang dari Allah, yang menjadikan langit dan bumi”. Kami bertempur lagi. Si setan menjerit-jerit, dan kemudian ia lari lagi… Lalu saya mendengar berita bahwa ketiga mahasiswi lain sudah dilepaskan. Semua setan kemudian berpindah merasuki mahasiswi yang satu ini.

”Aku, Lucifer”

Ketika masuk lagi yang terakhir kali ke dalam anak itu, dia memeluk saya. Dengan seolah suara si mahasiswi, dia mengendus tengkuk saya sambil berbisik, ”Aku Lucifer”. Saya merinding. Terasa bulu kuduk saya berdiri dan ketakutan mendera. ”Kamu takut, Romo?” katanya dengan lembut di telinga saya. ”Aku akan mengincarmu terus sampai kapanpun”. Tiba- tiba bangkitlah keberanian saya. Saya berteriak kepada para mahasiswa: ”Kita mendapat kehormatan, sampai Lucifer sendiri, si penghulu Setan, datang!” Para mahasiswa terbawa emosi, mereka berdoa makin keras. Ada pula yang berteriak, ”Hancurkan saja… Sikat dia,  Romo!”. Setan itu berkata, ”Paus Yohanes Paulus II memarahiku”. Kujawab, ”Tak hanya Paus Yohanes Paulus II, semua paus dan uskup, dan imam memarahimu, bahkan Tuhanmu Yesus dan Malaikat Agung Mikael atasan langsungmu! Taatlah kepadaNya!” ”Sayalah tuhan”, jawabnya sinis. Saya membanting dia, dan kami berpegangan tangan sambil saling melawan. Saya mulai berkeringat dan tenaga saya terkuras, tetapi tetap saja saya melawannya. Saya mengatakan, ”Kamulah yang ketakutan, melihat kami semua dan Tuhanmu! Lepaskan badan anak ini, karena dia sudah menerima Sakramen Ekaristi! ” Lucifer menjawab: ”Aih, itu hanya roti biasa! Dan kalian imam-imam semua bodoh!” Mendengar perkataannya, saya marah sekali. ”Kamu sudah melawan kuasa imamat rajawi Tuhan Yesus Kristus! Kamu mau melawan imamatNya?” Lalu ia menjawab dengan nada meremehkan, ”Aku tak takut, Romo, pada imamatmu!”

Ke kapel Lembah Karmel kami membawanya

Ketika roh jahat yang mengaku Lucifer menantang imamat saya, saya marah. Saya minta tas saya kepada para mahasiswa. Saya melepaskan dia dulu untuk mengambil peralatan aspergil dan stola serta minyak suci, sementara dia ditahan oleh para mahasiswa yang ”menimbunnya”: dengan doa-doa Salam Maria, Bapa Kami, Aku Percaya, serta menindihnya dengan tubuh-tubuh kuat mereka. Ketika saya datang lagi, saya percikkan dia dengan air suci. Ia menjerit kepanasan, dan lari. Saat itu, saya berpikir, ini sudah dini hari, semua akan kacau jika tak diakhiri. Oleh karena itu, saya memerintahkan agar tubuh mahasiswi ini digotong dan dievakuasi. Mereka menggotongnya masuk ke mobil saya, lalu saya tancap gas dengan tujuan ke Lembah Karmel. Saya menelpon Mbak Sari dan Suster Lisa P Karm. Mbak Sari  dengan sigap telah meminta Satpam membuka gerbang dan pintu kapel.
Si mahasiswi dipegangi oleh Martha, Anton dan Asrul. Ia berteriak, ”Cepat Romo, cepat… dia mengejar…” katanya panik. Kami tetap berdoa Aku Percaya, Bapa Kami, dan Salam Maria. Tiba-tiba suara mahasiswi berubah lagi, ”Haaa. Mau dibawa ke mana anak ini, Bapa? Aku telah menambah lagi penyakitnya. Aku meremas jerohannya… Anak ini hanya sampai dini hari ini, Bapa. Bapalah yang harus tanggungjawab atas kematiannya!” Kemudian, anak itu muntah-muntah di mobil. Anton, Asrul dan Marta tetap berdoa dengan memeganginya yang berontak ke sana kemari. Saya mengatakan kepada Setan itu, ”Kamulah yang harus bertanggungjawab. Jangan memutarbalik fakta, dasar setan! Kamu telah melecehkan Sakramen Mahakudus. Kamu akan kubawa ke hadapan Yesus, supaya tahu rasa kamu nanti. Mau lepaskan dia sekarang, atau nanti kamu makin sengsara di hadapan Raja Semesta Alam!” Lalu dia mulai merayu lagi, ”Sia-sia semua ini Bapa… Bapa besok banyak acara kan? Ditunggu banyak umat.. sudahlah Bapa kembali saja istirahat”. Saya jawab: “Acara satu-satunya imam Tuhan ialah mengenyahkan kamu ke neraka!” Di situlah selama perjalanan ia menawari saya apapun akan diberikan asalkan saya tunduk pada keinginannya. Namun, saya tak mau berkompromi. Saya katakan dengan tegas bahwa dia yang harus tunduk pada Kristus! Mendengar ini ia berkata, ”Sayalah tuhan, I am the Lord”. Saya tertawakan dia. Lalu ia mengancam akan menggulingkan mobil. Saya menjawab, ”Ini mobil para uskup Indonesia. Tak bakalan kau berhasil menggulingkannya!”  Saya mengingatkannya akan Santo Yohanes Maria Vianney yang dia bakar tempat tidurnya gara-gara tak mampu mengalahkan imam kudus itu. Di hatiku aku berharap, Santo Yohanes Maria Vianney, kumohon agar engkau mendoakan aku untuk mengalahkan Setan ini…
Lalu si Setan lalu merajuk lagi, ”Ah kenapa tenagaku melemah, tak sekuat tadi”. Anak-anak mahasiswa ikut menjawab, ”Rasain lu.” Dia mendamprat : ”Apa lo, bocah kemarin sore!” Saya menjawabnya, ”Mereka bukan bocah kemarin sore. Mereka anak-anak Tuhan semesta alam”. Sepanjang jalan kami berdebat dengan bahasa Inggris, Jawa, dan Indonesia. Mobil bagaikan terbang… dalam setengah jam kami mendekati Lembah Karmel, dan semakin mendekati Sakramen Mahakudus. Lagi- lagi, Setan itu mulai menendang dan berontak. Kukatakan padanya, ”No place for evil, you know!” Kutantang dia, ”Kenapa kau kuasai anak ini. Apa salahnya?” Dia menjawab, “Bukan salah anak ini, tetapi ayahnya”. Kujawab: “Ya, aku tahu, berarti ayahnya mengikat perjanjian kegelapan denganmu. Nanti acara kita di rumah Tuhan hanya satu, ialah memutus perjanjian leluhur anak ini dengan Lucifer keparat ini!” Kemudian dia mengikik mirip nenek Lampir dalam film Misteri Gunung Merapi, atau mirip kuntilanak. Dia katakan: “Bukan, bukan begitu imam bodoh.  Kamu memang imam munafik dan pendosa!” Aku menjawab, “Aku memang pendosa, namun tidak memberontak kepada Tuhan seperti kamu!”. Dia menjawab lagi, “Ayahnyalah yang mempersembahkan diri kepadaku, Bodooh!” Kupancing dia, “Jadi, ayahnya mengikat perjanjian denganmu bukan?” Dia jawab: “Bukan, bodoh! Kamu keliru, imam bodoh. Ayahnya mempersembahkan diri kepada Kristus. Leluhurnyalah yang mempersembahkan diri kepadaku”. Dia tertawa ngekek lagi. Saya juga, mentertawakan kekeliruan saya. Jadinya kami terkekeh bersama. Namun dengan tegas kukatakan: “Kamu setan bodoh. Gampang dipancing ya hahaha… Maka  acara kita satu-satunya di depan Sakramen Mahakudus nanti hanyalah memutuskan perjanjian itu dan kamu akan mengalami sengsara kekal. Go to hell! Kalau kamu ingin bahagia, ajaklah anak buahmu dan dirimu sendiri bertobat, kembali menyembah Allah yang benar! Jangan iri lagi karena Putra-Allah menjadi Manusia”… Mendengar perkataan ini, dia meradang, ”I hate you.. I hate all priests of Christ…!!!” Namun, setelah mendengar betapa ia membenci para imam, saya merasa mendapatkan kekuatan dan keharuan. Sebab itu artinya kami berada di pihak yang benar, sehingga kerenanya, Setan membenci kami. Saya membayangkan jajaran imam Tuhan dan uskup yang berada di pihak saya. Sungguh itu menguatkan batin saya.

Setan kalah di hadapan Kristus dalam Sakramen Mahakudus

Sementara itu pohon-pohon bambu Lembah Karmel sudah mulai tampak… Si Setan berteriak lagi, ”Rumah jelek! Mosok Tuhan mau tinggal di rumah jelek! Akulah tuhan.” Aku menjawabnya, ”Itulah bedanya Kristus dengamu, Jelek! Dia mau merendahkan diri, sedangkan kamu malah menyombongkan diri! Rasakan akibatnya, kebencian abadi bersamamu sajalah!’  Lalu kudengar ia merajuk lagi,  ”Romo, ini saya, saya sudah sadar… saya mau pulang ke Bekasi, ke Jatibening, ini mau dibawa ke mana?” Tak terpengaruh atas rajukannya, saya menjawab, ”Sadar gundulmu kuwi! Kami mau membawamu ke hadapan Sakramen Mahakudus, Raja Semesta Alam yang penuh kuasa. Hanya kepadaNya semua lidah mengaku dan segala lutut bertelut, termasuk kamu!”
Pak Satpam membuka gerbang. Ia mengawal kami sampai ke samping kapel kecil (yang sebenarnya besar sekali). Mobil berhenti di jalan menanjak di samping kapel, di depan wisma St. Antonius. Tubuh mahasiswi itu kami bopong keluar mobil. Aneh sekali, badan yang kecil itu mempunyai bobotnya berlipat-lipat.  Dia tertawa ngikik. Mengerikan sekali. Melihat pak Satpam yang tinggi besar, dia berkata seolah suara mahasiswi itu : ”Wah, ini dia bapakku”. Tapi segera dia mendesis-desis dan mengikik ketika kami bopong ke kapel, ” Kalian tak kan berhasil… tak kan berhasil kikikiiiiikkk….”  Tubuh kecil namun berbobot itu kami baringkan di depan panti imam, di bawah altar, di lantai sebelum trap pertama. Jika dilihat dari ruang umat, kepalanya kami letakkan di sebelah kiri. Anton, Asrul dan Martha memegangi tangan dan kakinya. Saya minta dipinjamkan korek api dari pak Satpam untuk menyalakan lilin di kanan kiri tabernakel. Pak Satpam menyalakan lampu di patung Bunda Maria. Suasana temaram, dan dingin dini hari menggigit. Pukul 03.45. Saya berlutut  di hadapan tabernakel. Saya memohon kekuatan dari Tuhan sendiri. Lalu saya turun, berlutut lagi di trap di sisi kiri si mahasiswi. Saya mengajak anak-anak mahasiswa itu berdoa. Saya berdoa: ”Tuhan Yesus yang hadir dalam Sakramen Mahakudus, dengan rendah hati kami bawa ke hadapanmu tubuh anakMu yang sedang dirasuki si Jahat. Kami tidak sanggup mengusirnya dengan kekuatan kami sendiri. Bertindaklah Tuhan atas dia, utuslah malaikat agungMu dan balatentara sorgawi membebaskan dia. Amin”. Lalu saya menghadapi tubuh mahasiswi itu dari trap, membelakangi altar dan Sakramen Mahakudus. Dengan duduk karena lelah, saya angkat tangan kanan saya di atasnya dan membuat gerakan tanda salib berkat dengan berkata (saya heran mengapa saya bisa mengatakan ini): ”Atas kuasa imamat rajawi yang diberikan Tuhan Yesus Kristus kepada GerejaNya dan kepadaku, aku melepaskan ikatan perjanjian kegelapan antara kamu dengan leluhur anak ini. Dalam Nama Bapa, dan Putra dan Roh Kudus, Amin.”
Tubuh anak yang berbaring itu tiba-tiba terjungkit, duduk, melengos ke depan, menatap tajam ke Asrul yang memegangi kakinya, lalu  menoleh menatap tajam ke kiri menatap langsung ke mata saya….. Sedetik kemudian  terkulailah  tubuh si mahasiswi ini… Si jahat sudah keluar dari tubuhnya. Si mahasiswi ini lalu merintih : ”Romo, itu Tuhan Yesus… ooo Tuhan”, tangan kiri dan tangannya nya menggapai ke arah altar. Tapi kami bawa keluar dengan dituntun. Tapi ia melihat ke atas, ”Ooo… malaikat banyak sekali… oooh.. Romo, lihat?.. Ooo… Dia yang terjelek, hitam, telah diborgol… dimasukkan ke dalam kereta… Ooo Malaikat Agung Santo Mikael… ooh.. Sampai di pintu utama, anak itu minta kembali ke dalam, ”Romo, teman-teman, saya harus kembali… Itu Tuhan…”  Dia kutuntun, dan dengan tangannya ia menggapai ke arah Tabernakel…” Sampai di panti imam, di samping kanan altar ia mencium patung kaki Kristus… Lalu menuju tabernakel, ia memeluk tabernakel itu erat-erat. ”Tuhan Yesus terima kasih.. Syukur kepadamu.. ” lalu ia menangis di situ beberapa saat. Setelah selesai, ia ke altar Bunda Maria, ia memeluk kaki patung Bunda Maria dan menangis: “Bunda, terima kasih atas doamu. Aku tak akan meninggalkan engkau dan putramu”…

Iman lebih kuat daripada segala yang jahat

Pak Satpam menyerahkan kunci wisma Antonius. Anak itu mulai mengeluh lapar dan haus. Pak Satpam menggendongnya. Kini ia tidak berat lagi. Dia membersihkan diri di wisma, sementara teman-teman yang lain membelikan makanan dan minuman di warung yang memang agak jauh, karena dapur rumah retret belum buka. Hari masih pukul 04.30 pagi. Setelah makan minum, anak itu bercerita kepada kami tentang kejadian semalam. Bahwa setelah makan malam, ia masuk kamar di villa, dan melihat dua orang manusia bertanduk. Ia takut, lalu menceritakan hal ini kepada temannya. Kedua makhluk itu marah karena diceritakan keberaadaannya kepada orang lain. Mereka mengancam akan merasuki semua peserta Rekoleksi KMK KAJ itu. Si mahasiswi menawar, karena ketakutan serta kasihan kalau semua peserta kesurupan, maka spontan dia mempersilakan mahluk itu merasuki dirinya saja. Ketika di depan altar itulah, sebenarnya dia hampir saja mengikuti kehendak Lucifer untuk mengikutinya. Pasalnya, Lucifer mengancam, jika ia tidak mau ikut, maka imam itulah yang akan dibunuhnya. Karena kasihan pada Romo, ia akan ikut saja. Tetapi melesat ada malaikat yang membisikinya, ”Romo itu baik-baik saja, maka lawanlah Lucifer, sementara kami akan menariknya keluar dari tubuhmu.” Maka ia berani melawan, dan Lucifer ditarik oleh balatentara malaikat, diborgol lalu dimasukkan ke dalam kereta yang melesat membuangnya ke neraka. Setelah itu tinggal Tuhan Yesus dan Bunda Maria yang memeluk dan mendukungnya. Begitulah kesaksiannya. Namun bagi saya, ini juga adalah suatu kejadian iman melawan kuasa jahat di awal masa Adven 2010, tepat di Minggu pertama.
Sampai Minggu sore tak habis-habisnya saya, Asrul, Anton, Martha membicarakan hal ini. Juga teman-teman peserta rekoleksi KMK-KAJ Dekenat Timur dan OMK Wilayah Mikael Malaikat Agung  dan St. Andreas. Semua membuahkan satu kenyataan: bahwa iman lebih kuat daripada kebencian, apalagi setan. Saya sendiri merasa dikuatkan dalam iman dan imamat saya, dan disadarkan akan kelemahan diri serta pertobatan. Saya makin yakin dan percaya bahwa alam maut tak akan menguasai Gereja sampai kapanpun sesuai dengan janji Tuhan. ”Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” (Mat 16:18). Sungguh, kuasa Allah mengatasi segalanya. Berbahagialah semua orang yang percaya yang bersandar kepada-Nya dan mengandalkan Dia.
”Tuhan Yesus, hamba-Mu bersyukur atas pengalaman yang tak terlupakan ini. Aku semakin teguh mengimani kehadiran-Mu di dalam sakramen- sakramen-Mu. Syukur tak terkira untuk kuasa-Mu di dalam Sakramen Maha Kudus dan Imamat yang Engkau karuniakan kepadaku. Segala hormat, pujian dan syukur, kusampaikan kepada-Mu, Ya Tuhan Raja semesta alam. Amin.”
Terima kasih kepada semua yang telah membaca kisah sharing ini. Semoga kesaksian ini berguna bagi iman, harapan, dan kasih para pembaca, kepada Allah pencipta langit dan bumi.

Salam saya,
Yohanes Dwi Harsanto Pr.



Sumber : http://katolisitas.org/5698/eksorsisme-pengalaman-yang-tak-terlupakan

Wednesday, 27 November 2013

Me? Dyslexia?

Apa yang teman2 pikirkan saat mendengar kata "disleksia"?
Kalo saya, jujur aja : Percy Jackson! wkwkwk.

untuk mengenal lebih dalam lagi soal disleksia, kita simak dulu yuuk artikel yang berikut ini......

Disleksia, Deteksi  Sejak Dini  Dan Penanganannya


Satu dari sepuluh orang didiagnosa memiliki kecenderungan Disleksi. Berasal dari kata Yunani, disleksia berarti ‘kesulitan dengan kata-kata’. Artinya, penderita ini memiliki kesulitan untuk mengenali huruf atau kata. Hal itu terjadi karena kelemahan otak dalam memproses informasi. Akibatnya, anak yang menderita disleksia susah untuk membaca, mengeja, menulis, hingga tak bisa mengerti masalah matematika. Ini menyebabkan sang anak merasa malu dan tak percaya diri untuk hadir di antara teman-teman di kelasnya.

Disleksia (dyslexia) adalah sebuah kondisi ketidakmampuan belajar pada seseorang yang disebabkan oleh kesulitan pada orang tersebut dalam melakukan aktifitas membaca dan menulis. Perkataan disleksia berasal dari bahasa Yunani δυς- dys- (”kesulitan untuk”) dan λέξις lexis (”huruf” atau “leksikal”).

Pada umumnya keterbatasan ini hanya ditujukan pada kesulitan seseorang dalam membaca dan menulis, akan tetapi tidak terbatas dalam perkembangan kemampuan standar yang lain seperti kecerdasan, kemampuan menganalisa dan juga daya sensorik pada indera perasa.

Terminologi disleksia juga digunakan untuk merujuk kepada kehilangan kemampuan membaca pada seseorang dikarenakan akibat kerusakan pada otak. Disleksia pada tipe ini sering disebut sebagai “Alexia”. Selain mempengaruhi kemampuan membaca dan menulis, disleksia juga ditenggarai juga mempengaruhi kemampuan berbicara pada beberapa pengidapnya. Disleksia tidak hanya terbatas pada ketidakmampuan seseorang untuk menyusun atau membaca kalimat dalam urutan terbalik tetapi juga dalam berbagai macam urutan, termasuk dari atas ke bawah. Para peneliti menemukan disfungsi ini disebabkan oleh kondisi dari biokimia otak yang tidak stabil dan juga dalam beberapa hal akibat bawaan keturunan dari orang tua.


Pada umumnya keterbatasan ini hanya ditujukan pada kesulitan seseorang dalam membaca dan menulis, akan tetapi tidak terbatas dalam perkembangan kemampuan standar yang lain seperti kecerdasan, kemampuan menganalisa dan juga daya sensorik pada indera perasa.Gambar pada tulisan ini merupakan contoh seorang yang menderita Disleksia ketika menirukan suatu tulisan “The owl was a bird” menjadi “Teh owl saw a brid.” Terminologi disleksia juga digunakan untuk merujuk kepada kehilangan kemampuan membaca pada seseorang dikarenakan akibat kerusakan pada otak. Disleksia pada tipe ini sering disebut sebagai “Alexia”. Selain mempengaruhi kemampuan membaca dan menulis, disleksia juga ditenggarai juga mempengaruhi kemampuan berbicara pada beberapa pengidapnya.Disleksia tidak hanya terbatas pada ketidakmampuan seseorang untuk menyusun atau membaca kalimat dalam urutan terbalik tetapi juga dalam berbagai macam urutan, termasuk dari atas ke bawah. Para peneliti menemukan disfungsi ini disebabkan oleh kondisi dari biokimia otak yang tidak stabil dan juga dalam beberapa hal akibat bawaan keturunan dari orang tua.


Peluang disleksia untuk dijumpai pada anak laki-laki dan perempuan sama besarnya. Disleksia merupakan kelainan yang bisa diturunkan ke generasi berikutnya.  Bila orang tua disleksia, anaknya berpeluang untuk mengalaminya sekitar 50 persen.


Diagnosa disleksia biasanya dilakukan pada usia 7-8 tahun. Namun, sebenarnya bila cermat gejala disleksia bisa dikenali sejak usia 3-4 tahun.


Tanda-tanda disleksia pada usia pra sekolah antara lain:
  • Suka mencampur adukkan kata-kata dan frasa
  • Kesulitan mempelajari rima (pengulangan bunyi) dan ritme (irama)
  • Sulit mengingat nama atau sebuah obyek
  • Perkembangan kemampuan berbahasa yang terlambat
  • Senang dibacakan buku, tapi tak tertarik pada huruf atau kata-kata
  • Sulit untuk berpakaian



Adapun tanda-tanda disleksia di usia sekolah dasar:
  • Sulit membaca dan mengeja
  • Sering tertukar huruf dan angka
  • Sulit mengingat alfabet atau mempelajari tabel
  • Sulit mengerti tulisan yang ia baca
  • Lambat dalam menulis
  • Sulit konsentrasi
  • Susah membedakan kanan dan kiri, atau urutan hari dalam sepekan
  • Percaya diri yang rendah
  • Masih tetap kesulitan dalam berpakaian

Bila seorang anak didiagnosa disleksia, ia harus mendapat dukungan ekstra di sekolahnya dari seorang guru spesialis. Biasanya ini bisa dilakukan dengan bantuan intens dalam pelajaran membaca dan menulis.


Tapi disleksia tak harus menghentikan anak-anak untuk terus belajar. Ia tak akan menimbulkan efek pada intelijensinya, karena otak mereka bekerja dengan cara yang berbeda.


Bahkan beberapa penderita disleksia memiliki kreativitas yang tinggi, kemampuan berbicara yang baik, pemikir inovatif atau pencari solusi yang intuitif.





Tokoh-tokoh terkenal yang diketahui mempunyai disfungsi dyslexia adalah Albert Einstein, Tom Cruise, Orlando Bloom, Whoopi Goldberg, dan Vanessa Amorosi, Orlando Bloom, Cher, Steve Jobs, Walt Disney, Erin Brockovitch , Thomas Edison, Tracey Gold, General George Patton, Salma Hayek, Nelson Rockefeller, Jewel, Pablo Picasso, Keira Knightley,  Hans Christian Anderson, Leonardo da Vinci,  John Lennon, Alexander Graham Bell, Thomas Jefferson, John F. Kennedy, George Washington, Mohammad Ali, Steven Spielberg

(sumber : http://childspeechclinic.wordpress.com/2012/10/01/disleksia-deteksi-sejak-dini-dan-penanganannya/ )

**************************************************************

Daaaaaaaan you know what..... gue baru akhir2 ini penasaran sama disleksia karena baca novel fantasi "Percy Jackson and The Olymphians" dan "Heroes of Olymphus". Terus karena penasaran, jadinya gue nyari2 ni artikelnya di internet. Dan ternyataaaaa.... duaaar! Hasil pencarian ini mengagetkan saya!

Seperti yang udah dijelasin diatas, bahwa disleksia itu bukan hanya ga bisa membedakan huruf dan angka dan campuran keduannya, tapi juga ga bisa membedakan kanan kiri dan juga sulit untuk konsentrasi. Tiba2 semua hal yang ada di hidup gw selama ini menjadi jelas.

Waktu gw TK (taun 1995 kalo ga salah) gw sering disebut anak malas, karena susah banget buat konsentrasi. Paling males buat belajar ngeja karena diantara temen sekelas gw, cuma gw deh kayaknya yang ngejanya paling lama. Bukan karena gw bego atau apa, tapi karena gw ga bisa bedain huruf b dan d; m dan n; a dan e; l dan i dan lainnya. Jangankan ngeja deh, nulis aja gw ga bisa. Bahkan sampe sekarang, gw bingung selama 2 taun gw di TK, gw ngapain aja ya haha....

Okelah terus gw akhirnya lulus TK (ada ya yang ga lulus TK?) dan masuk SD deket rumah. Dan untungnya banyak temen2 TK gw yang sekelas. Terus gw akhirnya duduk sama temen TK gw namanya Astri. Astri ini adalah anak paling pinter di TK. Pokoknya kalo dibandingin sama gw tuh ya kayak bumi dan rumput eh ... bumi dan langit haha...

Pokoknya ceritanya tuh, semua anak sekelas gw udah bisa baca (minimal mengeja), nulis dan berhitung. Dulu waktu SD kita ada kan pelajaran mencongak (bener ga nih tulisannya? Congak kan sombong ya.. itu congkak. congkak kan nama mainan... itu congklak.. oke stop!), itu loh yang gurunya ngomong apa terus kita nulis apa yang diucapkan ibunya. Waktu itu kan artis paling terkenal pas kita kelas 1 SD kan Budi dan Ani. Kalo cuma suruh nulis Budi dan Ani kan gampang, gw bisa. dan terus pas udah nomer tiga, si ibu guru ini mengucapkan kalimat : "ini ibu budi". Terus gw cecelingukan, duh, nulisnya gimana tuh. Seinget gw sih, gw cuma nulis "Budi bulet bulet kotak kotak garis lurus spiral (pokoknya gw nulis sesuka gw)"

Terus pas hasilnya dibagiin, gw cuma bener 1 dari 10 soal. Bahkan pas liat nilai itu, gw gatau kalo nilai gw itu bagus atau jelek, dan pas pulang ke rumah, gw ngasih liat hasil ulangan gw ke mama. Nyokap gw kaget, bukannya marah karena nilai gw jeblok, tapi malah ketawa liat tulisan gw.

Suatu hari nyokap dipanggil kesekolah dan ketemu sama walikelas gw, Bu Wanti. Pokoknya Bu Wanti ini nanya ke Nyokap apa gw ga pernah diajarin baca atau nulis, soalnya kalo lagi ulangan mencongak itu, si ibu ngomong apa, gw nulis apa. Tapi entah nyokap gw jawab apa, nyokap gw ga cerita.

Beberapa hari kemudian gw dibeliin sebuah buku sama nyokap. Buku cerita bergambar gitu deh, judulnya gw lupa, tapi ceritanya tuh tentang boneka kain bernama Clara yang pengen banget menari, terus setiap jam 12 malam, semua boneka bergerak dan akhirnya dia bisa menari. Bukunya tipis banget, paling cuma 12 halaman plus full gambar. Tapi asal kalian tau aja, karena ketidak mampuan gw untuk membedakan huruf, gw baca buku itu selama 2 minggu, itu juga udah tiap hari disuruh dibaca. Sehari sehalaman. Akhirnya setelah baca buku itu eh salah mengeja seluruh buku tersebut, gw udah mulai dikit2 bisa membaca.


Permasalahan lainnya....
Gw punya masalah dalam menghitung. Jadi ceritanya, waktu SD kelas satu kan gw sebangku sama Astri. Udah gw bilang kan tadi bahwa Astri itu anak paling pinter di kelas (dan duduk sebangku sama anak paling bego dikelas -_-). Setiap ada tugas matematika, gw selalu liat jawaban Astri. Alesannya sih mau nyocokin jawaban (padahal nyalin wkwk). Kadang2 gw nyontek sama Astri kalo ada ulangan matematika.

Nah, yang jadi masalah waktu itu adalah pas hari itu ada ulangan matematika dan Astri tiba2 demam jadinya ga masuk sekolah. Wah panik banget dong gw, gimana gw bisa jawab ulangan kalo kayak gini... terus pas ulangan dimulai, Bu Wanti nulis soalnya di papan tulis. Gw bahkan ga tau beliau nulis angka berapa, yang penting gw tulis dulu, ga tau deh tulisnya bener atau salah. Waktu ulangan 20 menit.

Gw udah putus asa, ga bisa mikir, udah pengen nangis. Apalagi pas ngeliat temen2 yang lain udah pada selesai dan udah keluar kelas, makin panik kan gw. Terus keringet dingin mulai keluar, kaki udah goyang2 ga karuan. Dan disaat yang sudah putus asa begitu, akhirnya gw memutuskan untuk menulis angka ngasal, yang penting ada isinya dan sukur2 bener.

Pas ulangan dibagiin, rata2 temen2 gw dapet nilai 7-10. Pas gw liat nilai gw, ternyata jeng jeng jeng.... 0!
Udah pengen nangis deh waktu itu, malu banget sama yang lain, takut juga dimarahin sama bu guru dan nyokap. Pas temen sekelas nanya nilai, gw pura2 ga denger.

Pas pulang, nyokap gw biasanya suka memeriksa tas gw, dan ditemukanlah kertas ulangan gw yang bernilai telor ayam. Terus gw dipanggil, dan ternyata nyokap ga marah. Malah diajarin berhitung tiap malem (pada saat itu terasa menyiksa dan mendingan nyokap ngamuk 2 jam penuh daripada belajar tiap malem).


Mungkin yang gw alami bukan disleksia sih, tapi males wkwk...


Dan ada satu gejala yang sampe sekarang gw alami, ga bisa bedain kanan kiri. Mungkin bukan ga bisa bedain sih, lebih ke confused / bingung. Ada yang bilang sih kalo bingung ngebedain kanan kiri itu akibat dari tidak seimbangnya otak kiri dan otak kanan.

Kalo naik motor sih, gw bisa ngebedain kanan kiri. Karena gw udah menanamkan sugesti bahwa rem itu di kanan dan gigi itu dikiri (gw pake motor bebek, kalo pake motor matic gw bingung karena remnya ada di kanan dan kiri). Yang jadi masalah itu kalo gw lagi nebeng orang. 

Pernah kejadian nih, waktu pas gw lagi ada acara di kampus sampe malem dan pulangnya gw dianterin sama temen gw. Terus dia nanya, "Abis ini belok kemana?"
"Abis Borma belok kiri ya." kata gw.
"Hah belok kiri? Belok kanan kali, orang itu pertigaan." kata temen gw.
Terus gw cuma bengong disitu, terus gw ngeliatin tangan gw, dan berkata:
"Oiya bro, belok kanan." temen gw langsung geleng2 kepala.

Terus kejadian lagi pas gw lagi pergi sama temen gw berdua naik motor. Gw yang nyetir. Waktu itu kita lagi ngidaaaaam banget pengen makan Chicken Spicy Wing Richee*e. Akhirnya kita memutuskan untuk pergi ke arah DU. Waktu itu gw ga bawa helm cadangan. karena takut ada polisi, akhirnya kami memutuskan untuk melewati jalan tikus. Gw gatau jalan nih, yang tau temen gw, jadi gw diarahin sama dia.
"Sel, ntar kalo udah lewat Boro, luruuuuuus aja ampe mentok." katanya.

Gw sih nurut aja.

"Abis ini belok mana?" tanya gw.
"Belok kiri, Sel," jawab temen gw. Gw langsung pasang sen kanan.
"Sel, kiri!" teriak temen gw dari belakang.
"Hah? Oiya maap maap," balas gw.

Akhirnya setelah beberapa kali salah belok, kami sampai ke tempat yang dituju. Pas lagi makan, temen gw nanya, "Lu ga bisa bedain kanan kiri ya?"
"Bisa sih, tapi lemot hahaha...."

Tapi selama ini, gw punya cara untuk membedakan kanan kiri, PAKE TANGAN! Gw tau kalo gw ga kidal, gw melakukan segala sesuatu dengan tangan kanan (ceb*k pake tangan kiri pastinya). Jadi setiap kali kalo gw suruh ke kanan atau ke kiri, gw selalu liat tangan gw dulu (kayak posisi berdoa memohon ampun), terus tangan gw yang arahnya sama dengan arah yg gw tuju gw lambaikan. (kalo dipikirin pasti aneh deh haha).

Trik ini gw dapet pas SMA. Pas SMA tuh kan ada PBB (pelatihan baris berbaris). Pokoknya mampus banget lah kalo orang kayak gw ngikut latian PBB. Sering banget salah kalo udah disuruh balik kanan, hadap kanan, hadap kiri apalagi kalo disuruh serong (loh itu bukannya nama sayur ya? Itu terong). Sering banget diteriakin sama senior gara2 sering salah, dan mampusnya lagi cuma gw sendiri yang sering salah gitu.

Diakhir latian PBB itu, gw sempet ngobrol2 sama senior gw yang lain. Dia nanya, "Kok lu tadi salah terus sih? Masa kanan sama kiri aja ga bisa bedain?". Gw cuma diem aja, malu. Dulu gw mikir kalo itu tuh hal yang memalukan banget. Hey, anak TK aja bisa bedain kanan dan kiri, masa lo ga?!

Terus gw kan cerita ke temen gw yang ikut PBB juga. Dan dia ngerti. Jadi setiap latian PBB dia selalu disebelah gw. Posisinya di sebelah.... tuh kan lemot....... sebelah kiri (pas gw nulis 'sebelah kiri', memandangi kedua tangann gw dulu. i'm deadly serious!) Jadi kalo disuruh hadap kiri atau serong kiri, dia pasti noel tangan gw. Kalo balik atau hadap kanan, dia diem.

Dan akhirnya gw membiasakan diri untuk menggunakan tangan gw untuk membedakan kanan dan kiri. Jadi kalo lagi ada latian PBB, kalo disuruh hadap/balik kanan, tangan kanan gw mengepak2 (kayak gerakan tangan kalo lagi melambai gitu loh, sampe diketawain sama orang2 dibelakang).

Dan sampe sekarang trik itu masih gw lakuin. Kalo orang nanya arah, gw akan mengepak2an salah satu tangan gw buat nunjukin arah.

Lama2 gw bisa nerima. Gw juga tau ternyata banyak juga kok orang yang ga bisa bedain kanan dan kiri. Mungkin salah satu dari temen2 yang baca juga mengalami hal yang sama seperti saya.

***********************************************************

Kekurangan gw yang lainnya adalah short term memory alias ingatan jangka pendek. Jujur aja, gw gabisa belajar nyicil, kalo belajar gw selalu pake sistem SKS (sistem kebut semalam atau sistem kebut sejam, whatever). Gw merasa tersiksa dengan keadaan gw ini, karena setiap kali ada ujian, gw selalu begadang buat belajar materi2 yang seabrek. Biasanya sih ga seekstrim itu sih, paling ga 2 hari sebelum ujian, gw udah persiapan dulu (jadi SKD dong, sistem kebut dua hari haha). Itu juga udah paling maksimal. Gw pernah nyobain nyicil belajar dari 3 hari sebelumnya, pas ujian... eng ing eng lupa semua!

Hal yang paling ekstrim dari SKS yang gw lakuin ini adalah gw cuma tidur 6 jam dalam 3 hari karena jadwal UTS berturut2 dan ditambah praktikum dan laporan praktikum tetep jalan. Udah kayak zombie penampakan gw. 

Dan yang lebih lebih ekstrim lagi adalah waktu gw mau sidang sarjana. Sidang sarjana kalo di SF ITB tuh mengenai TA yang kita kerjain, tapi secara komprehensif. Semua berawal dari TA dan akhirnya menyebar kemana2 (makanya pas sidang bener2 jaga perkataan, supaya tidak memberi ide pada dosen penguji untuk memberi pertanyaan2 dari materi yang kita ga pelajari). Karena komprehensif, bahannya jadi banyak banget. Gw belajar 4 hari sebelum sidang (jangan ditiru ya teman2 hehe). Tetapi karena masalah ingatan gw yang buruk ini, jadi materi yang gw pelajari tuh cepet banget ilangnya. Pokoknya gw belajar bener2 pas udah 2 hari menjelang sidang (ini parah sih emang). Dan selama 2 hari ini i'm barely sleep. Tidur cuma 1,5 jam dalam 2 hari. Kebayang deh waktu sidang, muka gw udah kayak zombie belom dikasih makan haha....

Tapi selain karena short term memory yang gw derita, ada hal lain yang membuat gw lebih memilih untuk belajar SKS. Adrenaline Rush! Kalo bahasa kerennya sih MBA (management by adrenaline). Semakin tinggi adrenalin, semakin fokus gw mengerjakan sesuatu. Inilah kenapa gw memilih SKS ketimbang metode belajar lainnya. Jujur, gw susah banget untuk konsentrasi. Bahasa mahasiswanya : DEADLINER!!!

Itu contoh hal2 yang besar. Contoh hal2 kecil : nyokap nyuruh gw nyapu, gw denger kalo nyokap suruh gw nyapu. Terus gw ke dapur mau ambil sapu, tiba2 gw liat kulkas dan merasa haus, akhirnya gw minum dan duduk lagi ke tempat gw tadi. Lupa sama sekali disuruh nyapu, padahal udah niat. Dimarahin lagi deh ama nyokap haha.  Padahal, gw minum kan cuma selang beberapa detik, tapi udah lupa tuh kalo disuruh nyapu.

Terus yang lain lagi, mau ngambil lap di lantai bawah (kamar gw dilantai 2). Pas turun tangga udah ke lemari ambil lap, eh baru inget kalo gw belom nyapu kamar. jadi gw sekalian ambil sapu, tapi malah lupa bawa lapnya. hadeeuuuh.....


mungkin segitu dulu kali ya, cerita gw. mungkin ntar gw update lagi cerita2 lainnya.
terimakasih sudah membacaaaa :)

Saturday, 14 September 2013

Late Night Show





Beberapa tahun yang lalu, ada sebuah acara TV yang ditayangkan larut malam di Jepang. Program tersebut berhubungan dengan hantu, aktivitas paranormal dan misteri. Salah satu episode dari acara tersebut, pembawa acara memilih tiga orang remaja putri diantara penonton dan mengirim mereka untuk menjelajahi rumah berhantu secara live di TV.

Kru kamera mengikuti mereka melewati rumah seram itu sambil mengambil semua gambar tentang apa yang mereka lakukan. Para penonton terlonjak kaget setiap ada suara aneh yang mereka dengar dan teriak ketika ada bayangan aneh yang melintas. Pada akhirnya, ketiga gadis ini keluar dari rumah hantu tersebut sambil menangis dan gemetar dan para penonton pun menertawakan ketakutan mereka.

Kemudian, salah satu kru mengambil gambar di depan rumah itu untuk kenang-kenangan. Walaupun para gadis itu tidak berjumpa dengan hal-hal mistis di rumah itu, sesuatu yang aneh terjadi ketika fotonya dicetak.

Ketiga gadis difoto sangat berbeda dari yang seharusnya. Gadis pertama benar-benar hitam, dari kepala sampai kaki, gadis kedua dikelilingi oleh asap putih tebal dan kepala gadis ketiga hilang.

Yang lebih mengerikan adalah apa yang terjadi kemudian. Gadis pertama terbunuh karena alasan yang misterius. Terjadi kebakaran di rumahnya ketika ia sedang tidur dan ia terbakar hidup-hidup. Ketika mereka membwa keluar mayatnya, mayatnya sama seperti yang ada di foto

Sepertinya hal ini berlebihan jika disebut kecelakaan dan ketika MC dari acara tersebut mendengar beritanya, ia memutuskan untuk mendedikasikan episode selanjutnya untuk menceritakan gadis-gadis itu dan foto mereka. Ia mengundang kedua gadis yang bertahan hidup ke dalam studio untuk diwawancara.

Pada saat syuting episode selanjutnya, gadis kedua datang tepat waktu, tetapi gadis ketiga tidak muncul juga. Para penonton sudah duduk di tempatnya dan kamera sudah mulai merekam gambar. MC menceritakan bagaimana foto tersebut diambil dan memastikan kepada penonton bahwa foto itu bukanlah trik kamera.

Ia mengenalkan gadis kedua dan iapun berjalan ke panggung. Ketika para penonton bertepuk tangan,  ia duduk di sebelah meja MC. Sebelum ia sempat menjawab pertanyaan, lampu studio jatuh dari langit-langit dan menimpanya. Ia kesetrum di depan penonton yang ketakutan. Ketika para kru berusaha untuk mematikan lampu tersebut, asap putih tebal membumbung dari tubuh gadis itu.

MC tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Mayat gadis itu sama seperti yang di foto.

“Jangan berhenti merekam!” teriaknya. “Kamera tetap merekam!”

Selama kekacauan itu, tidak ada yang menyadari bahwa ibu dari gadis ketiga sudah datang di studio. Ia memaksa masuk lewat pintu, menggendong sesuatu di tangannya. Rambutnya berantakan dan bajunya bernoda darah.

Ia naik panggung, menaruh bungkusan ditangannya di meja MC dan membukanya. Di dalamnya terdapat kepala anaknya.

“Lihat apa yang sudah dilakukan acaramu kepada anakku!” teriaknya.

Kemudian, mereka mengetahui apa yang sudah terjadi. Gadis ketiga sedang dalam perjalanan ke studio dengan ibunya. Mereka terlambat sehingga memaksa supir taksi untuk mengemudi lebih cepat. Supir taksi mengemudi dengan kecepatan tinggi di tengah hujan, ia kehilangan kendali atas kemudinya dan menabrak truk. Gadis ketiga terjepit karena tabrakan tersebut dan ibunya menyaksikan semua kejadiannya. Sebuah pemandangan yang mengerikan yang membuat wanita malang itu menjadi gila.

Stasiun televisi itu tidak pernah menayangkan episode tersebut, MCnya dipecat dan acaranya langsung dihentikan. Untuk menghilangkan jejak dan publikasi ke masyarakat, mereka menghancurkan semua yang sudah terekam. Sampai sekarang, hal ini merupakan hal yang tabu dibicarakan pada industri pertelevisian Jepang.

retold and translated by : Sella Chang
source : scaryforkids.com

Sunday, 4 August 2013

The Baby That Carried



Di sebuah bandara di Amerika, terlihat pasangan aneh yang akan terbang ke Las Vegas. Pasangan itu membawa beberapa koper dan seorang bayi yang didekap erat di selimut. Pasangan muda ini melewati petugas keamanan tanpa masalah.

Ketika pesawat tiba, mereka duduk di kursi mereka dan menunggu pesawat lepas landas bersama penumpang yang lain. Kemudian seorang pramugari datang menanyakan apakah bayinya butuh sesuatu, tetapi pasangan tersebut menolak dan berkata bahwa mereka baik-baik saja.

Sejak saat itu pramugari agak curiga dan mengawasi pasangan itu selama pejalanan. Ia menyadari bahwa pasangan tersebut tidak memberi makan bayi, bayinya bahkan tidak menangis atau mengeluarkan suara sama sekali.

Ketika pesawat mendarat, polisi sudah menunggu pasangan tersebut di bandara. Pramugari sudah menghubungi pihak berwajib. Polisi memeriksa pasangan tersebut dan menemukan bahwa bayinya sudah mati, semua organnya tidak ada dan tubuhnya diisi dengan narkoba

translated by : Sella Chang
source : urbanlegendsonline.com

Cara Menelpon Polisi





Philip Hewitson, seorang pria tua dari Norwegia, akan pergi tidur, ketika istrinya berkata bahwa ia belum mematikan lampu di gudang belakang, ia menyadarinya karena melihatnya dari jendela kamarnya. Philip membuka pintu belakang untuk mematikan lampu, tetapi ia melihat ada orang yang mencuri barang di rumahnya.

Ia menelpon polisi, “Apakah ada orang di rumahmu?”

Ia berkata, “Tidak, tetapi beberapa orang sedang membobol rumahku dan mencuri dariku.”

Kemudian polisi itu berkata, “Semua petugas patroli sedang sibuk. Anda seharusnya mengunci pintu Anda dan petugas akan menuju kesana jika ada yang ttidak bertugas.”

Philip berkata, “Oke.” Ia menutup telepon dan menghitung sampai 30. Kemudian ia menelpon polisi lagi. “Halo, aku baru saja menelponmu tadi karena ada orang yang sedang mencuri di rumahku.  Kalian tidak usah khawatir, aku sudah menembak mereka.” Dan kemudian ia menutup telpon.

Dalam lima menit, 6 mobil polisi, satu tim SWAT, sebuah helikopter, dua pemadam kebakaran, paramedis dan ambulans datang ke kediaman Hewitson dan menangkap basah pencuri tersebut.

Salah satu polisi berkata pada Philip, “Kukira kau bilang kau telah menembak mereka.”

Philip berkata, “Kukira kau bilang tidak ada orang yang bertugas.”

translated by : Sella Chang
source : urbanlegendsonline.com